Minggu, 08 Januari 2012

Daging "Tak Halal" Kecewakan Legislator Muslim Inggris




Parlemen Inggris telah mengecewakan para legislator Muslim dengan menolak menyediakan makanan halal di restoran-restoran mereka.

"Aku merasa tertipu," kata Lord Ahmed dari Roterham kepada Daily Mail pada Ahad, 1 Januari.

"Kupikir pilihan (makanan) halal hendaknya disediakan," lanjutnya.

Persoalan tersebut menjadi berita utama setelah Istana Westminster, yang juga dikenal sebagai House of Parliment, menolak permintaan legislator Muslim untuk menyajikan daging halal di keduapuluhtiga restoran dan kafenya.

Legislator Muslim dan rekan sejawat mereka diberitahu bahwa mereka tidak bisa memakan daging halal yang disembelih menurut tata cara Islam karena dianggap menyerang terhadap beberapa kolega non-Muslim lainnya.

Konsep halal,--yang bermakna boleh dimakan dalam bahasa Arab--secara tradisi diterapkan ke dalam makanan.

Muslim hanya boleh memakan daging dari hewan ternak yang disembelih di leher hewan itu dengan pisau tajam, dengan menyebut asma Allah.

Kini barang-barang dan layanan lainnya dapat juga disertifikasi halal, termasuk kosmetika, pakaian, obat-obatan dan layanan keuangan.

Baik itu House of Lords maupun House of Commons menyediakan daging halal di restoran-restoran mereka.

Langkah penolakan penyediaan daging halal itu juga dikecam oleh anggota Gereja Inggris sebagai cerminan hipokrisi dari Istana Westminster.

"Adalah sebentuk hipokrisi ketika House of Parliment, yang telah memberi izin masyarakat untuk menyediakan makanan halal, tetapi melarangnya di tempat mereka sendiri," ujar Alison Ruoff, seorang anggota Gereja Inggris.

Inggris dihuni oleh minoritas Muslim dalam jumlah cukup besar sekitar 2 juta jiwa.[onislam/zaki]

Sumber : http://www.islamedia.web.id/search?q=halal&x=7&y=8

Tidak ada komentar:

Posting Komentar